Tips Belajar Bela Diri Di Alam Mimpi

Tips Belajar Bela Diri Di Alam Mimpi – Pencak silat syekh cukup dikenal dikalangan dunia persilatan. Yang semula orang tidak mengetahui bagai mana berpencak silatpun dengan seketika dapat berubah menjadi seorang Pendekar yang bisa bahkan mahir dalam melenggak lenggokkan gerak silatnya.Tak ubahnya ilmu pencak silat batin, keilmuan yang satu ini juga memakai sarana hadiran/syeh ketika ingin menguasai pencak silat. Hanya saja ilmu ini belajar silatnya didalam mimpi.

Posted Image

Adapun ilmu pencak silat syeh 12 sebagai berikut:

Caranya:

1. Ambilair wudhu/air sembahyang dengan air bersih pada wktu maghrib

2.Dilanjutkan ambil wudhu dengan asap kemenyan.

3. Setelah sholat maghrib maka bacalah ilmu pncak silat syeh 12 sebanyak 999x tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih.

4. Ketika akan tidur dimalam hari ditempat tidur membaca ilmu pencak silat syeh 12 sebanyak 13x dan tidak boleh berbicara lagi hingga terlelap.

5. Kalau tersentak/terjaga maka ilmu dibaca kembali sebanyak 13x

6. Tidurnya harus sendiri dan semua barang yang mudah pecah atau senjata tajam yang berbahaya agar dijauhkan dari kamar.

Ritual diatas dilakukan selama 7 malam hingga 12 malam. Kalau keterima maka akan bermimipi diajarkan pencak silat didalam mimpi. Dan setiap melakukan pencak silat setelah diajarkan dalam mimpi akan memiliki kekuatan berlipat ganda dengan reflek yang luar biasa.

Kemudian ilmu silat yang diajarkan dialam mimpi boleh diajarkan kepada orang lain dengan nama silat yang diterima didalam mimpi.Makanya, barang siapa yang berhasil memiliki ilmu ini maka akan menjadi master silat yang pilih tanding.selain itu masih banyak lagi tuah luar biasa memiliki ilmu ini.misalnya dibidang pengobatan, ilmu supranatural dan sebagainya. sebab, kita akan terus mendapat banyak pelajaran ilmu silat dan ilmu supranatural dari alam mimpi. (sumber: bluefame.com)


Ini Dia Sang Penemu Narkoba

Sang Penemu Narkoba – Ilmuwan David Nichols meneliti bagaimana obat psychedelic beraksi di otak tikus. Ia membuat racikan kimia yang mirip ekstasi dan Asam lisergat dietilamida (LSD) yang dimaksudkan untuk menjelaskan bagaimana bagian-bagian otak bekerja.
Nichols lalu menerbitkan hasil temuannya, berharap suatu hari hasil karyanya akan dipakai ilmuwan lain untuk mengobati depresi dan penyakit parkinson.
Namun, harapannya pupus. Hasil kerja Nichols ke luar dari lingkaran ilmiah dan justru dibajak dan digunakan untuk membuat obat-obatan ilegal murah yang dijual di jalanan. Yang menghantuinya, obat itu kerap mengambil nyawa akibat overdosis.

“Bayangkan, Anda bekerja demi tujuan mulia namun disalahgunakan seperti ini,” kata Nichols seperti dimuat AP, Kamis 6 Januari 2011.
Pria 66 tahun yang kini duduk sebagai kepala departemen farmasi Purdue University ini curhat di salah satu jurnal ilmiah terkemuka, Nature, untuk mendeskripsikan perjuangan etis yang jarang dibahas oleh ilmuwan kimia.
“Anda tak bisa mengontrol apa yang orang-orang lakukan terhadap temuan Anda. Yah, saya sendiri mengalaminya,” kata Nichols.
Ia membandingkan perasaannya saat ini dengan penemu senapan mesin — alat yang telah menewaskan ribuan orang.

“Bagaimana zat yang tak berbahaya, dijual bebas, dan jadi populer. Jutaan orang terancam gangguan ginjal akut yang susah diobati bahkan mengancam jiwa,” demikian tulis Nichols. “Ini akan menjadi bencana besar, yang tak kubayangkan ketika melakukan penelitian. Ini benar-benar menghantuiku.”
Nichols sudah mempelajari obat psychedelic selama 40 tahun, khususnya serotonin. Ini, kata dia adalah zat kimia dasar, “yang masuk ke setiap bagian otak dan berkaitan dengan nafsu makan, tidur, seks, agresi, apapun.”
Ia mengestimasi setidaknya lima dari ratusan racikan kimia buatannya telah diubah secara ngawur jadi narkoba. Sebelumnya, Nichols tak pernah membayangkan hasil temuannya ke luar dari laboratorium.

Ini sangat mempengaruhinya. Kini, saat bekerja membuat molekul, pernyataan pertama yang terlintas di pikirannya adalah: “Apakah ini akan membuat masalah”.
Jika berpotensi, Nichols mengaku akan serta-merta menghentikan penelitiannya.
Setidaknya delapan orang tewas akibat penelitiannya yang disalahgunakan. Bahkan Wall Street Journal tahun lalu, mengabarkan, hasil penelitian Nichols jadi favorit para peracik obat ilegal di Eropa.

Saat mendengar ada yang tewas karena temuannta, Nichols mengaku langsung terduduk di kursinya. “Wow! Jika Anda menembak seseorang dengan pistol, Anda tahu, Anda akan membunuhnya. Tapi jika sebuah teknologi menyebabkan orang meninggal, ini benar-benar di luar dugaan.” (sumber: kaskus.us)